Rabu, 24 Juni 2020

Sepercik Doa lelaki dalam malam

Melintasi batas langkah ketika hari ini menyiratkan lembaran hari esok untuk kita dalam harapan yang tersirat dalam doa-doa dibawah bintang-bintang dan lelapnya lelah.

Embun diselasar bintang

Aku bukanlah tuan atas keinginanku sendiri,jalan ini setapak mengarah ke depan sementara bintang tetap bersinar meski malam selimut lelap.

Ada cara yang sedang berjalan dalam rahasia -rahasia doa malam,hanya cukup dikecap dengan ketiadaan dan cukuplah bagiku senyumannya pagi ini.

Ketiadaanku adalah harta yang tak ternilai, jika mungkin tanpa ketiadaan aku bukanlah apa-apa karena cintanya yang berselubung didalam.

Jalan ini mungkin terhenti setelah titik kusemai karena Tuhan ciptakan bintang agar manusia dapat melihat gelap.

Dan Tuhanpun Melihat

Biarlah Tuhan yang menggenapi karena ketiadaan ini adalah jalannya.
Peluhku adalah saksi dan langkahku adalah bukti,jika saatnya tiba aku hanya ingin diam dan berbicara dengan kebisuan,waktu akan bercerita kepada anak-anak zaman tentang prolog kehidupan selalu akan berawal dan berakhir disetiap kata-kata.

Takdir adalah jejak-jejak yang selamanya harus dipijak dan keinginan untuk memijak awam dipahami ketika insan berdusta.

Tuhanku.....setiap tarikan nafasku adalah harapan dan hembusannya adalah keinginan,dan karena cintaMu  mengkristalkan keduanya.

Dan Tuhanku..... Jika tiba waktuku genapilah aku dalam sujud terakhirku.

Aphorisma Jiwa-jiwa Sang Pecinta

Aphorisma jiwa-jiwa Sang pecinta
tertulis disetiap punggung-punggung peradaban manusia
Setiap goresannya adalah indah
Setiap lantunannya adalah nada
Soneta yang terbawa hembusan angin
disela-sela jemari ilalang dipadang keabadian

Untuk hati yang selalu mencinta disetiap kebahagian dan air mata Anggidea Aulia Yade 
-1 September 2013-
Love u my wife,

Aku,Langkah dan secarik cerita

Bila Langkahku adalah fakir biarkan saja karena jejak langkahku yang nanti akan menjadi saksi karena ketiadaan adalah ruang kosong tanpa tepi.

Peluhku takan bisa membasu congkaknya dunia meski keringat bercampur darah.

Biarkan mereka mati indah namun tak harum karena jiwa-jiwa yang acuh takan mampu menebus misteri alam Ar RahmanNya.

Bila mungkin dapat ku gantikan
ratapannya dan aku akan tersenyum sebagai bintang yang menerangi.

Diam


Tak perlu suara untuk mendengar karna diam adalah ucapan seribu makna kesunyian yang memekakan telinga kembali kepada sesuatu ke titik nol pemahaman kata-kata.

Jeruji jiwa-jiwa pencari hakekat kebenaran jangan kau kunci terlalu lama apa yang terkurung didalamnya karena air matanya yang membasu debu kering kerontang sisa nafas kemarin.

Hanya akan mati raga berkalang tanah
Sedang jiwanya akan menjadi hantu dipelupuk mata hasrat-hasrat tirani 
seperti diam yang tak pernah berhenti bergerak.

Sesaat sebelum sampai tujuan

Perjalanan ini berliku menajam,setiap kelokannya adalah pengharapan meski kini jalan tak lagi banyak berkelok jalan ini masih tetap terlalu panjang.

Lemah meraga menancap diam disendi sendiri,dan ketika tak lagi ada yang memandang aku ditinggalkan oleh pandangan-pandangan awan putih yang kemarin sedikit menyejukkan.

Jiwaku,ragaku,dan kau ruhku hanya kalian yang masih bersamaku bahagia dalam goresan Lauh MahfuzNya,kelak nanti kita akan berdiri bersama setara dengan Orion sejajar dengan titik atur batas tertinggi cakrawalaNya.

Sesaat aku sedang berkata ternyata aku masih berjalan..

Sepercik Doa lelaki dalam malam

Melintasi batas langkah ketika hari ini menyiratkan lembaran hari esok untuk kita dalam harapan yang tersirat dalam doa-doa dibawah bintang-...