Rabu, 24 Juni 2020

Sesaat sebelum sampai tujuan

Perjalanan ini berliku menajam,setiap kelokannya adalah pengharapan meski kini jalan tak lagi banyak berkelok jalan ini masih tetap terlalu panjang.

Lemah meraga menancap diam disendi sendiri,dan ketika tak lagi ada yang memandang aku ditinggalkan oleh pandangan-pandangan awan putih yang kemarin sedikit menyejukkan.

Jiwaku,ragaku,dan kau ruhku hanya kalian yang masih bersamaku bahagia dalam goresan Lauh MahfuzNya,kelak nanti kita akan berdiri bersama setara dengan Orion sejajar dengan titik atur batas tertinggi cakrawalaNya.

Sesaat aku sedang berkata ternyata aku masih berjalan..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sepercik Doa lelaki dalam malam

Melintasi batas langkah ketika hari ini menyiratkan lembaran hari esok untuk kita dalam harapan yang tersirat dalam doa-doa dibawah bintang-...